Halusinasi – Pengertian, Diagnosis, & Prevalensi

Pengertian halusinasi serta jenis, sebab halusinasi, cara diagnosis, angka prevalensi halusinasi pada anak-anak dan orang dewasa.

Out-of-Body Experience - Halusinasi

Halusinasi adalah gangguan persepsi dimana sensasi yang nyata oleh Anda diciptakan dari pikiran Anda sendiri. Pengertian halusinasi menurut DSM-IV-TR, halusinasi adalah suatu persepsi sensorik yang memaksa sensasi nyata dari persepsi yang sebenarnya, tetapi terjadi tanpa rangsangan eksternal (nyata) dari organ sensorik yang relevan. Halusinasi dapat mempengaruhi kelima panca indera Anda.

Jenis Halusinasi

Jenis halusinasi yang paling sering terjadi seperti:

  • Mendengar suara yang mana orang lain di sekitar Anda tidak bisa mendengar apa yang Anda dengar seperti suara musik, jejak, jendela atau pintu yang dibenturkan. Atau mungkin suara yang memerintahkan seseorang untuk melakukan sesuatu yang dapat membahayakan diri sendiri atau orang lain.
  • Melihat lampu, makhluk, pola atau benda yang tidak ada
  • Mencium bau busuk atau menyenangkan

Dalam beberapa kasus, ada pula halusinasi yang mungkin kita dapat anggap normal. Misalnya, mendengar suara, atau melihat sekejap orang yang dicintai baru saja meninggal, karena itu dapat menjadi bagian dari proses berduka yang amat dalam.

Secara umum jenis-jenis halusinasi ada beberapa yaitu:

  • Halusinasi visual (penglihatan).
  • Halusinasi auditory (pendengaran)
  • Halusinasi olfactory (penciuman).
  • Halusinasi haptic dan gustatory (disentuh atau dicekik, merasa ada serangga yang merayap di bawah kulit atau perasaan rangsangan seksual).
  • Out-of-body experiences (keluar dari tubuh sendiri).
  • Halusinasi hypnagogic dan hypnopompic (halusinasi yang terjadi antara tidur dan terjaga).

Gejala, Sebab, Diagnosis Halusinasi

Adapun gejala halusinasi ini dapat disebabkan oleh penyakit mental, efek samping dari obat-obatan, atau penyakit fisik seperti epilepsi atau alkoholisme. Karena banyak faktor penyebab yang dapat memicu halusinasi, hal terbaik untuk dilakukan adalah untuk menghubungi seorang psikiater, ahli jiwa, atau dokter umum segera jika Anda menduga bahwa persepsi Anda tidak nyata. Dokter akan bertanya tentang gejala dan melakukan pemeriksaan fisik. Tes tambahan mungkin termasuk tes darah atau urine dan mungkin scan otak. Penanganannya lainnya mungkin termasuk minum obat yang diresepkan untuk menyembuhkan penyakit fisik atau mental atau mengubah kebiasaan seperti minum lebih sedikit alkohol dan tidur lebih banyak.

Jika Anda mengenal seseorang yang berhalusinasi, jangan meninggalkan mereka sendirian. Ketakutan dan paranoid yang dipicu oleh halusinasi dapat menyebabkan tindakan atau perilaku berbahaya bagi orang yang mengalaminya. Dampingi mereka setiap saat dan menemani ke dokter sebagai bentuk dukungan emosional. Dengan begitu Anda juga mungkin dapat membantu dalam menjawab pertanyaan yang diajukan tentang gejala-gejala yang dialami dan seberapa sering halusinasi itu terjadi.

Prevalensi Halusinasi

Menurut buku A Dictionary of Hallucinations hal-95-96 yang ditulis oleh Jan Dirk Blom, halusinasi pada anak sekitar umur 4 tahun, prevalensi sekitar 13%-25% dan 45% pada anak berumur antara 5 sampai 12 tahun. Mereka biasanya berhalusinasi seperti mendengar dan melihat suatu makhluk, anak-anak, mainan atau gambar karakter dari televisi. Sedangkan pada anak dan remaja yang lebih dewasa, 11-21 tahun, 9% halusinasi kebanyakan berupa halusinasi pendengaran (auditory), 6% halusinasi melihat dan 7% berhalusinasi melihat dan mendengar sesuatu. Itu semua adalah prevalensi untuk populasi non-klinis, yang tidak ada hubungannya dengan suatu penyakit yang diderita.

Prevalensi halusinasi pada anak dan remaja jauh lebih besar untuk populasi klinis. Mereka biasanya mengidap suatu penyakit yang menyebabkan halusinasi, jenis-jenis penyakitnya seperti penyakit tiroid, paratiroid, porfiria, penyakit Wilson, encefalitis, meningitis, lepra, migrain, epilepsi, sindrom Tourette, dan velo-cardiofacial syndrome. Angka prevalensi tertinggi untuk anak-anak dan remaja adalah mereka yang didiagnosis dengan Skizoprenia, gangguan mood, dan gangguan cemas. Kebanyakan gangguan halusinasi pada anak-anak dan remaja ini hanya bersifat sementara dan menghilang secara alami, hanya sedikit yang berkembang menjadi gangguan psikosis. Halusinasi pada anak dan remaja juga dapat terjadi seiring dengan perkembangan mereka nantinya jika mereka mengalami gangguan depresi, gangguan stres post trauma, atau fobia sosial.

Dari penelitian yang berjudul Prevalence of hallucinations and their pathological associations in the general population yang diterbitkan di Jurnal Psychiatry edisi 27 Desemember 2000, melakukan survei melalui telepon mengenai gangguan mental dan halusinasi (visual, auditori, penciuman, halusinasi haptic dan gustatory, out-of-body experiences, halusinasi hypnagogic dan hypnopompic). Penelitian ini dilakukan di United Kingdom, Jerman dan Italia dengan orang yang berusia 15 tahun atau lebih dewasa dengan jumlah sampel sebesar 13.057 orang.

Secara keseluruhan angka prevalensi halusinasi adalah 38,7 % dari sampel melaporkan halusinasi (19,6 % kurang dari sekali dalam sebulan, 6,4 % setiap bulan, 2,7 % seminggu sekali, dan 2,4 % lebih dari sekali seminggu). Halusinasi ini terjadi pada onset tidur (halusinasi hypnagogic 24,8 %) dan / atau saat bangun (halusinasi hypnopompic 6,6 %), tanpa hubungan dengan penyakit tertentu lebih dari setengah kasus, halusinasi ketakutan lebih sering pada ekspresi tidur atau gangguan mental seperti narkolepsi, obstructive sleep apnea syndrome atau gangguan cemas. Selama siang hari yang dilaporkan oleh 27 % sampel berupa halusinasi visual (3,2 %) dan pendengaran (0,6 %). Halusinasi haptic dilaporkan sebesar 3,1 % karena penggunaan obat-obatan yang digunakan, yang juga merupakan faktor risiko tertinggi untuk terjadinya halusinasi seseorang.

Apakah Anda mengalami halusinasi bahwa hari ini Anda belum mengalami pergantian tahun? jika jawabnya “Ya”, hubungi dokter Anda segera!. Selamat tahun baru 2014, happy new year!

Author: Jevuska

Rachmanuddin Chair Yahya a.k.a Jevuska is the founder of Jevuska.Com, a qualified web about offering medical articles, blogging, tips, and tutorial of WordPress. Having written for Jevuska since 2007.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Use tag [php] to add code, e.g. [php]<?php echo $var; ?>[/php]