Medtronic catheter system disetujui FDA

Arctic Front Cardiac cryoAblation Catheter SystemSatu lagi teknologi kedokteran berhasil dibuat. Nama perangkat medis yang baru ini namanya Medtronic catheter system (Arctic Front Cardiac CryoAblation Catheter system), yang dibuat oleh Medtronic, Inc, sebuat perusahaan yang mengembangkan alat-alat teknologi medis. Medtronic mengatakan pada hari Jumat bahwa FDA (Food and Drug Administration) BPPOM-nya Amerika, Arctic Front Cardiac CryoAblation Catheter system telah disetujui untuk mengobati ganguan fibrilasi atrium pada pasien yang tidak bisa lagi diterapi dengan obat.

Fibrilasi atrium menyebabkan jantung berkontraksi tidak teratur (Heart Rhythm Disorder), yang berpotensi memicu stroke. Nah, alat kateter ini membantu menghentikan fibrilasi dalam ruang jantung dengan memberikan sebuah pendingin yang menghalangi jalur konduksi yang memicu atrial fibrilasi. Kateter ini dimasukkan melalui arteri di pangkal paha dan kemudian menelusuri pembuluh darah tersebut sampai ke jantung.

Mekanisme kerja sistem kateter Arctic Front
Arctic Front Cardiac CryoAblation Catheter System ini dirancang untuk digunakan dengan fluoroskopi dan tidak memerlukan penggunaan yang kompleks dan menggunakan sistem pemetaan tiga dimensi. Teknologi yang ditawarkan dalam sistem termasuk:
- The Arctic Front Cryoballoon, yang mengembang dan mengisi dengan pendingin untuk mengikis jaringan di mana vena pulmonalis masuk ke atrium kiri;
- The FlexCath® Steerable Sheath, yang membantu memberikan dan posisi cryocatheter di atrium kiri;
- The Freezor® MAX Cardiac CryoAblation Catheter, yang merupakan kateter tunggal dan digunakan untuk memberikan ablasi tambahan,
- The CryoConsole, yang merupakan tempat komponen pendingin, listrik dan mekanik yang menjalankan kateter selama prosedur cryoablation.

Medtronic mengatakan persetujuan pemerintah didasarkan pada studi yang menunjukkan sekitar 70 persen pasien yang diobati dengan Arctic Front, bebas dari atrial fibrilasi setahun kemudian, dibandingkan dengan 7 persen pasien yang diobati hanya dengan terapi obat.

Sistem ini sudah disetujui di Eropa, dan seorang juru bicara Medtronic mengatakan, perusahaan berencana untuk memulai penjualan di US dalam beberapa minggu ke depan. Dengan adanya berita ini saham perusahaan Medtronic naik sebesar 95 sen atau 2,6 persen menjadi $37,13 dalam perdagangan sore.

Untuk melihat gambar dan video mekanisme kerja alat kedokteran ini, bisa menuju di situs yang saya sertakan dalam referensi di bawah ini.

Referensi
News Release Arctic Front® Cardiac CryoAblation Catheter System
wwwp.medtronic.com/Newsroom/NewsReleaseDetails.do?itemId=1292604350495?=en_US

Gambar dan video Arctic Front
www.cryocath.com/en/20.document.center/21.1.4.ep.video.photo.eur.asp

Ovarium buatan untuk infertilitas wanita

Ovarium ArtificialPara peneliti di Brown University telah menciptakan suatu “ovarium buatan manusia” dengan menggunakan teknik pendekatan jaringan dimana mereka berharap suatu hari nanti akan memungkinkan para ilmuwan untuk menghasilkan telur manusia di laboratorium.

Dalam waktu yang tidak lama lagi, sebuah indung telur buatan akan memungkinkan para peneliti untuk lebih mengeksplorasi dampak racun lingkungan atau fertilitas dalam meningkatkan kesuburan pada manusia. Hal ini juga bisa membantu pengembangan bentuk alat kontrasepsi baru dan studi tentang kanker ovarium.

Lebih jauh dari itu, penelitian ini juga dapat membantu wanita dengan ovarium yang rusak karena kemoterapi, radiasi, atau sakit, menurut sebuah makalah yang diterbitkan dalam edisi terbaru Journal of Assisted Reproduction and Genetics. Saat ini, bagi para wanita memiliki kesempatan terbatas untuk melahirkan kini bisa berharap dapat memliki sel telur yang selah yang nantinya akan siap dibuahi.

Sebuah ovarium buatan, di mana sel telur yang masih immatur dapat dihasilkan menjadi ribuan dan kemudian dibuat menjadi matur di laboratorium, yang akan membuka kemungkinan besar bagi satu dari 1.000 wanita yang membutuhkannya, kata penulis pertama makalah tersebut, Stephan Krotz, seorang mahasiswa pascasarjana di Brown University.

Ovarium buatan ini menandakan penelitian yang pertama kali dan telah berhasil menciptakan lingkungan tiga-dimensi yang berisi tiga jenis utama sel ovarium: sel teka, sel granulosa, dan sel telur, yang dikenal sebagai oosit. Penelitian ini dipimpin oleh Sandra Carson, seorang profesor kebidanan dan ginekologi di Brown Univerisity dan juga menjabat sebagai staf Rumah Sakit Ibu dan Anak di Rhode Island.

Alan B. Copperman, direktur infertility di Mt. Sinai Medical Center, New York, mengatakan bahwa manfaat dari suatu penelitian klinis baru bisa didapatkan selama bertahun-tahun dan kemungkinan suatu penelitian nantinya akan hilang begitu saja (tidak ada tindak lanjut), tapi dia terkesan dengan potensi penelitian dari suatu grup peneliti. “Konsep menciptakan lingkungan tiga-dimensi buatan, dan fakta bahwa kita dapat mengambil telur belum matang dan membiarkan mereka tumbuh dan dewasa menjadi telur yang matang, benar-benar sangat menarik,” katanya.

Satu lagi teknologi kedokteran dalam biomedis yang patut ditunggu kelanjutannya.

Referensi
Journal of Assisted Reproduction and Genetics: In vitro maturation of oocytes via the pre-fabricated self-assembled artificial human ovary
Foto Credit: Brown University

Silk brain implant bantu atasi cedera spinal dan epilepsi

Silk brain implant, implan pada otak yang terbuat dari sutra diketahui mampu atasi cedera spinal/cedera tulang belakang (spinal injury) serta penyakit epilepsi. Penemuan ilmu kedokteran satu ini tentu saja merupakan berita bagus, karena perangkat ini dapat membantu orang dengan epilepsi, cedera tulang belakang, membantu mengoperasikan tangan dan kaki buatan serta penyakit neurologis lainnya, para peneliti melaporkan dalam the journal Nature Materials.

Implan sutra elekronik ini menempel pada permukaan otak, mirip halnya dengan bagaimana gaun sutra menempel pada pinggul. Perangkat ini dicobakan pada kucing. Implan yang sangat tipis dan fleksibel berguna memberikan sinyal elektroda dari otak kucing.

Sutra yang biocompatible dan water-soluble, larut ke dalam otak dan menempatkan elektroda menutupi kontur nya, para peneliti melaporkan. Mereka menguji pada kucing yang dibius tapi matanya berfungsi. Elektroda menerjemahkan sinyal-sinyal dari mata kucing saat mereka menunjukkan gambar visual.

“Implan ini memiliki potensi untuk memaksimalkan kontak antara elektroda dan jaringan otak, dan meminimalkan kerusakan otak,” kata Dr Walter Koroshetz dari National Institute of Neurological Disorders and Stroke, bagian dari National Institutes of Health, yang membantu membayar untuk penelitian.

Referensi:
Dissolvable films of silk fibroin for ultrathin conformal bio-integrated electronics -18 April 2010- www.nature.com

Artikel teknologi kedokteran ini juga memberitakan bagaimana robot mampu atasi stroke serta Identifikasi forensik pada bakteri tangan menggunakan Stokes Photo Luminescence.

Robot terapi untuk penderita stroke

Terapi intensif menggunakan robot telah membantu pasien meningkatkan gerakan lengan penderita stroke tahunan, menurut sebuah penelitian di AS. Penelitian ini dilakukan di Brown University, Rhode Island. Pelatihan dengan menggunakan robot ini memakan waktu tiga bulan pelatihan. The New England Journal of Medicine edisi 16 April 2010 melaporkan bahwa banyak penderita stroke telah dapat meningkatkan kualitas hidup mereka.

Gejala Stroke Non Hemoragik

Walaupun robot terapi ini masih dalam tahap awal pengembangan, namun metode ini cukup mampu memberikan harapan baru penderita stroke. Stroke dapat membuat orang menderita cacat neurologis dalam jangka panjang, yang dapat mencakup gerakan terbatas dan kelemahan pada tungkai atas.

Terapi secara intensif sesegera mungkin setelah terkena stroke, adalah cara yang direkomendasikan untuk memaksimalkan pemulihan gerakan. Tuntutan terbesar untuk menangani stroke (Non hemoragik Stroke-NHS) adalah tersedianya para fisioterapi, yang sangat dibutuhkan bagi penderita, setidaknya fisioterapi ini dilakukan satu setiap hari untuk satu pasien.

Vitamin untuk Stroke

Nah, salah satu solusi yang mungkin memenuhi ketidak tersediaan para fisioterapi tersebut adalah dengan menggunakan mesin (robot) yang dapat membantu pasien mereproduksi gerakan-gerakan yang diperlukan.

Brown University menguji suatu alat yang disebut MIT-Manus, yang dirancang khusus untuk membantu latihan tungkai atas. Pasien duduk di meja dengan lengan atas mereka pada perangkat robot, dan kemudian diperintahkan untuk melakukan tugas dengan lengan. Indra gerakan robot inilah yang akan membantu mereka jika diperlukan. Para peneliti menggambarkan robot sebagai “power-steering” untuk lengan.

Dr Diane Playford, dari Institute of Neurology, London, adalah bagian dari tim yang juga mencoba mengembangkan perangkat robot serupa di Inggris. Dia berharap bahwa, pada waktunya nanti, mesin robot ini dapat dikembangkan dan digunakan di rumah pasien.

Referensi
Robot-Assisted Therapy for Long-Term Upper-Limb Impairment after Stroke - www.nejm.org

Baca juga teknologi kedokteran tentang Pankreas Buatan bagi penderita Diabetes dan Bakteri untuk identifikasi forensik.

Bakteri di tangan untuk identifikasi forensik

Bakteri di tangan kita dapat digunakan untuk identifikasi forensik, seperti halnya dengan DNA, kata para ilmuwan.

Tim ilmuwan yang dipimpin oleh Professor Noah Fierer dari University of Colorado di Boulder, Amerika Serikat, menemukan bahwa kelompok bakteri yang hidup di kulit tangan seseorang berbeda-beda untuk setiap individu. Temuan peneliti bagi ilmu kedokteran forensik ini dijelaskan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS).

Tim peneliti mencocokkan sampel bakteri dari tiga keyboard komputer untuk masing-masing pemilik, dan mengambil sampel dengan menyeka keyboard komputer seseorang dan hasilnya bakteri yang mereka temukan sama dengan bakteri di tangan komputer pemilik. Bahkan di tangan yang orang yang paling berhati-hati terhadap kebersihan, dapat ditemukan sekitar 150 spesies bakteri yang berbeda. Bakteri di tangan dapat dilihat dengan sinar ultraviolet-Stokes Photo Luminescence (SPL). Setiap orang meninggalkan jejak yang unik ketika mereka menjalani kehidupan sehari-hari mereka. Para ilmuwan mengatakan, hal inilah yang bisa menjadi dasar alat forensik terbaru.

Para ilmuwan mengatakan bahwa keakuratan sampai 70-90% untuk teknologi kedokteran baru ini, dan tentunya hal ini akan semakin disempurnakan dari waktu ke waktu.

Para ilmuwan juga menjelaskan mereka yang kembar identik dan memiliki profil DNA yang sama, secara substansial memiliki berbagai macam bakteri hidup dan tumbuh di tangan mereka. Hal ini menunjukkan bahwa genom kolektif (mikroba) mungkin lebih menunjukkan identitas pribadi dari genom manusia itu sendiri.

Baca juga artikel teknologi kedokteran seperti Photodynamic Therapy untuk Mesothelioma dan Aplikasi Iphone untuk penyakit Asma di blog Jevuska ini.