Pasien Trakeostomi

Trakeostomi: Indikasi, Prosedur, Jenis & Komplikasi

Pasang TrakeostomiTrakeostomi adalah prosedur operatif dengan membuat lubang untuk bernapas pada dinding depan trakea. Trakeostomi menurut letak yaitu letak yang tinggi dan letak yang rendah dan batasnya adalah cincin trakea ketiga. Trakeostomi menurut waktu yaitu trakeostomi darurat dan trakeostomi berencana.

Indikasi Trakeostomi
Alasan utama trakeostomi dilakukan, yaitu :

  • Obstruksi saluran napas atas
  • Insufisiensi mekanis respirasi
  • Kesulitan pernapasan akibat sekresi
  • Elektif: trakesotomi dilakukan untuk mempertahankan aliran udara saat saluran napas atas tidak dapat dilakukan.
  • Untuk membantu pemasangan alat bantu pernapasan
  • Mengurangi ruang rugi /dead air space

Prosedur Trakeostomi
Alat-alat yang diperlukan, yaitu :

  • Spoit (semprit) dengan anestesi local (lidokain 2%)
  • Pisau (bisturi no. 11 & 15 dan penanganannya)
  • Pinset anatomi
  • Gunting panjang dengan tepi/ujung yang tumpul
  • Haak tumpul yang kecil, klem arteri (hemostat) lurus & bengkok
  • Retraktor untuk membuka lumen trakea
  • Suction dan kauterisasi
  • Kanul trakea
  • Forceps.

Kanul Trakheostomi
Terdiri dari 3 bagian yaitu kanul luar, kanul dalam dan abturator. Kanul dalam dapat ditarik untuk dapat dibersihkan dalam waktu yang singkat. Obturator hanya digunakan sebagai penuntun untuk kanul luar dan dicabut kembali setelah kanul luar masuk pada tempatnya. Bentuk-bentuk kanul dapat pula bervariasi sesuai dengan jenis dan kegunaannya masing-masing.

Jenis-jenis Kanula
Jenis Kanula

Kanul Metal
Kanul dewasa-anak
Dewasa dan Anak-anak

Kanul Plastik
Tube Portex dan sheiley
Tube Portex dan Tube Sheiley

Trakheostomi Elektif Pada Orang Dewasa
Penderita tidur terlentang dengan posisi kepala lebig tingga daripada kaki untuk mengurangi tekanan aliran balik vena. Kulit daerah leher dibersihkan secara asepsis dan antisepsis dan ditutup dengan kain kasa steril.

Insisi horisontal direkomendasikan pada trakheostomi elektif. Insisi kulit dilakukan pada daerah landmark sepanjang ± 5 cm,yaitu cincin ke-2 dan ke-4. Ikatan-ikatan otot dipisahkan selapis demi selapis dan dijauhkan satu sama lain dengan dua penarik kecil samapi cincin trachea tampak Isthmus ini bisa diretraksi maka dapat ditarik ke atas dan ke bawah menjauhi lapangan trakheostomi.

Irisan trakhea dilakukan pada jajaran setinggi cincin kedua dan ketiga. Kanul trakheostomi disesuaikan dengan diameter dari lumen trakhea dan panjangnya disesuaikan dengan panjang trakhea. Setelah kanul terpasang, dilakukan fiksasi berupa pengikatan dari kanul dan diikatkan disisi leher.

Trakheostomi Darurat
Indikasi: kondisi pasien sangat berat berupa hipoksia yang semakin menghebat dimana tidak ada waktu untuk trakheostomi terencana dan fasilitas untuk intubasi endoktrakhea dan pemasukkan bronkhoskopi tidak memungkinkan.

Teknik dari trakheostomi darurat berbeda dari trakheostomi terencana, yaitu insisi dilakukan secara vertikal.

Trakheostomi Pada Anak
Teknik trakheostomi pada anak prinsipnya sama dengan pada orang dewasa. Anak harus lebih hati-hati karena anatomi leher anak sedikit berbeda. Diperlukan pula suatu ventilasi control dengan masker.

Perawatan Pasca Trakheostomi

  • Awasi tanda vital
  • Foto dada segera dilakukan dan 48 jam kemudian untuk melihat komplikasi lambat yang mungkin ada.
  • Udara hangat yang lembab harus disediakan selama 48 sampai 72 jam
  • Aspirasi teratur harus dilakukan dalam beberapa hari segera setelah operasi

Komplikasi

Immediate

  • Apneu, akibat lambatnya penanganan hipoksia
  • Perdarahan
  • Pneumothoraks dan pneumomediastinum
  • Trauma pada kartilago krikoid
  • Trauma pada struktur dekat trachea, seperti esophagus, n.laringeal rekurens dan pleura.

Intermediate.

  • Erosi trachea dan perdarahan
  • Disposisi dari kanul trakheostomi
  • Emfisema subkutan
  • Aspirasi dan abses paru

Late

  • Fistel trakheokutanes yang menetap
  • Stenosis dari laring dan trachea
  • Pembentukan jaringan ikat pada trachea
  • Fistel trakheaosofagus

Dekanulasi
Pastikan bahwa penyakit yang mendasari tindakan trakeostomi telah teratasi. Penutupan kanul trakeostomi dilakukan secara bertahap. Mulai dari ½ bagian stoma/lubang, ¾ bagian dan terakhir ditutup penuh, atau dengan mengganti kanul dengan diameter yang lebih kecil.

Syarat-syarat dilakukan dekanulasi
Hambatan atau kelainan neurologik sudah teratasi sehingga airway melalui hidung sudah adekuat. Jika pasien dapat batuk dengan adekuat dan disertai fungsi menelan yang sudah baik. Sekret tidak ada tanda-tanda infeksi seperti mukopurulen. Stoma terawat baik dan tidak ada komplikasi misalnya fistel (faringokutan).

6 Replies to “Trakeostomi: Indikasi, Prosedur, Jenis & Komplikasi”

  1. Ayah sy 73th, udh dipasang ventilator 8hr, slanjutnya kata dokter…

    Ayah sy 73th, udh dipasang ventilator 8hr, slanjutnya kata dokter mau dilakukan trakeostomi, tp kondisi ayah sy ga stabil, mohon petunjuknya apakah stlh dilakukan trakeostomi keadaannya bs membaik ato malah sebaliknya..

    • Memang begitu mba prosedurnya. Krn maksimal pemasangan ventilator itu 10-14…

      Memang begitu mba prosedurnya. Krn maksimal pemasangan ventilator itu 10-14 hari, kalau lebih dari itu justru bisa membahayakan paru krn selang nafas ventilator akan timbul kerak. Menghambat masuk nya oksigen. Jadi solusi trakeostomi lebih aman untuk jangka panjang. Pengalaman ibu saya yg juga seperti itu

  2. apa syarat utk melepaskan alat trakestomi, dan waktu pemakaian berapa…

    apa syarat utk melepaskan alat trakestomi, dan waktu pemakaian berapa bulan ?

  3. Ayah saya 45 th diduga ada tumor ganas.sudah dilakukan tracheotomy.…

    Ayah saya 45 th diduga ada tumor ganas.sudah dilakukan tracheotomy. Tp ayah sdh tidak mau operasi lagi.walau dokter bilang tumor ganas masih ada. bisa tidak lubang bekas tracheotomy yg sudah 1 tahun dipasangi selang ditutup jadi ayah bisa bernafas lewat hidung lagi.mohon bantuan.thanks

    • Itu artinya dilakukan dekanulasi… sudah dijelaskan dalam artikel ini syarat…

      Itu artinya dilakukan dekanulasi… sudah dijelaskan dalam artikel ini syarat yang harus dipenuhi.

Leave a Reply

Use tag [php] to add code, e.g. [php]<?php echo $var; ?>[/php]

*

*