Facebook adalah website yang dibuat dengan cara kerjanya menghubungkan orang dan memungkinkan mereka dapat saling membagikan informasi, minat, peristiwa dan juga foto. Ada berbagai fitur di Facebook yang memungkinkan juga untuk menjaga akun seseorang mengenai privasi dan keamanan.
Ketika membuat akun Facebook, maka sistem akan secara otomatis memberikan pengguna nomor identifikasi, yang dikenal sebagai ID Facebook. Dalam update yang dilakukan pada musim tahun 2009 yang lalu, nomor ID Facebook kini telah diganti dengan penggunaan username yang dapat dibuat sendiri atau terdapat pilihan bagi anggota Facebook. Walaupun begitu, menemukan nomor ID Facebook tersebut kini masih memungkinkan. Adapaun cara untuk mengetahui account ID Facebook sangat mudah.
Cara Pertama
Silahkan menuju ke tool Graph API Explorer milik Facebook di sini.
Pada kotak GET isikan dengan link/URL profil account Facebook Anda (punya orang lain juga bisa), misalnya akun Facebook pendiri Facebook itu sendiri Mark Zuckerberg, URL profil nya adalah https://www.facebook.com/zuck
Kemudian tekan tombol Kirim (Send), maka akan tampil data atau informasi akun Facebook seseorang seperti nomor id, nama (nama depan dan belakang), link, username, jenis kelamin, dan lokasi sang pemilik akun, seperti yang terlihat dalam gambar di bawah ini.
Graph API Explorer - Tool melihat data profil Facebook
Cara Kedua
Cara ini bahkan lebih mudah, cukup mengganti kata “username” dengan username akun FB Anda pada url https://graph.facebook.com/username dan ketikkan url lengkap tersebut di browser favorit Anda, misalnya https://graph.facebook.com/zuck, maka akan tampil informasi akun yang sama dengan cara pertama di atas.
Tool ini tidak hanya dapat digunakan untuk mengetahui data account pribadi seseorang, akan tetapi dapat juga dipakai untuk melihat data profil dari suatu Facebook pages.
Masih pakai plugin STT2?. Sampai detik ini, plugin ini masih support digunakan sampai WordPress versi terbaru dan telah dipakai di berbagai blog. Plugin ini banyak digunakan oleh para webmaster SEO untuk meningkatkan SERPs halaman situsnya di berbagai mesin pencari. Beberapa blogger ada yang menanyakan bagaimana cara merubah permalink search wordpress yang ditampilkan oleh plugin ini?. Search base permalink plugin SEO STT2 mengikuti search base WordPress default. Cara sederhana mengganti url search plugin STT2 versi terbaru untuk struktur permalink di halaman pencarian adalah sebagai berikut:
Cari kode berikut di file plugin STT2 (searchterms-tagging2.php dan widget.php) versi terbaru:
Kode ini akan membuat struktur url search wp secara default, contohnya http://www.domain.com/search/blog-wordpress dan jika Anda ingin mengganti search base permalink dengan bentuk yang lain misalnya http://www.domain.com/artikel/blog-wordpress.html, cukup mengganti kata search dan menambahkan .html dalam kode tersebut, jadinya seperti ini:
Tentunya perubahan tersebut harus diikuti dengan merubah search base permalink blog Anda secara keseluruhan.
Contoh rubah kode url plugin STT2 untuk permalink search
Jika Anda melakukan modifikasi url search secara global di blog WordPress Anda dan mengkombinasikannya dengan plugin ini, Anda cukup merubah sedikit kode di atas pada bagian yang diberi warna merah. Contoh perubahan kode plugin STT2 untuk struktur url search lainnya seperti ini:
Jika Anda pengguna WordPress versi lama 3.4.1 ke bawah, cara merubah search base permalink WordPress default dapat dengan mudah dilakukan, tanpa harus melakukan oprek atau edit kode search di core WordPress-nya. Cara merubah permalink search WordPress dengan gampang diterapkan langsung di file functions.php theme WP Anda dengan menyisipkan kode di bawah ini.
Contoh url search wp
www.domain.com/artikel/blog-wordpress
function change_url_search_base_wp() {
global $wp_rewrite;
$wp_rewrite->search_structure = $wp_rewrite->front.'/artikel/%search%';
return $wp_rewrite;
}
add_action('init', 'change_url_search_base_wp');
www.domain.com/arsip/blog-wordpress
function change_url_search_base_wp() {
global $wp_rewrite;
$wp_rewrite->search_structure = $wp_rewrite->front.'/arsip/%search%';
return $wp_rewrite;
}
add_action('init', 'change_url_search_base_wp');
www.domain.com/topic/blog-wordpress
function change_url_search_base_wp() {
global $wp_rewrite;
$wp_rewrite->search_structure = $wp_rewrite->front.'/topic/%search%';
return $wp_rewrite;
}
add_action('init', 'change_url_search_base_wp');
Kemudian masuk di menu Setting → Permalinks di dashbord wp Anda, tekan tombol Save Changes. Pastikan juga bahwa perubahan search base permalink blog Anda tidak sama dengan struktur permalink dalam settingan tersebut agar tidak terjadi konflik nantinya.
Untuk mengubah search base permalink WordPress versi terbaru (3.4.2 atau 3.5.x), sampai saat ini Anda dapat melakukannya dengan mengikuti tutorial sebelumnya.
Cara modifikasi URL search WordPress sangat bervariasi, salah satu contohnya sudah ditutorialkan dalam postingan sebelumnya yaitu bagaimana membuat keyword menjadi direktori di struktur url search yang menggantikan direktori default (/search/) permalink di halaman pencarian wp.
Tutorial Jevuska ini sekaligus juga sebagai tips tambahan dalam melakukan modifikasi di halaman pencarian WordPress. Cara sederhana membuat modifikasi URL search WordPress lainnya adalah sebagai berikut:
Tetap masih menggunakan WordPress versi 3.4.1 (Download di http://wordpress.org/download/release-archive/) atau mungkin versi dibawahnya lagi.
Menambahkan kode rewrite global struktur permalink di dalam file functions.php theme WP Anda. Untuk membuat url search WP seperti:
a. http://www.yourdomain.com/search-blog-wp
function change_url_search_base_wp() {
global $wp_rewrite;
$wp_rewrite->search_structure = $wp_rewrite->front.'/search-%search%';
return $wp_rewrite;
}
add_action('init', 'change_url_search_base_wp');
b. http://www.yourdomain.com/artikel-blog-wp/
function change_url_search_base_wp() {
global $wp_rewrite;
$wp_rewrite->search_structure = $wp_rewrite->front.'/artikel-%search%/';
return $wp_rewrite;
}
add_action('init', 'change_url_search_base_wp');
c. http://www.yourdomain.com/topic-blog-wp.html
function change_url_search_base_wp() {
global $wp_rewrite;
$wp_rewrite->search_structure = $wp_rewrite->front.'/topic-%search%.html';
return $wp_rewrite;
}
add_action('init', 'change_url_search_base_wp');
d. http://www.yourdomain.com/search+blog+wp.html
function change_url_search_base_wp() {
global $wp_rewrite;
$wp_rewrite->search_structure = $wp_rewrite->front.'/topic+%search%.html';
return $wp_rewrite;
}
add_action('init', 'change_url_search_base_wp');
Contoh-contoh kode di atas pada dasarnya mengganti tanda garis miring (/) serta kata “search” pada direktori url search menjadi tanda plus (+) atau minus (-) dari bentuk default struktur url search WP (http://domain.com/search/blog-wp).
Menyelipkan kode (untuk membuat title search lebih friendly) di baris 2178 file wp-includes/query.php di bawah kode if ( !empty($q['s']) ) {.
Point terakhir (jangan sampai lupa langkah ini), lakukan Save Changes pada Setting/Permalinks di dalam dashboard WP Anda. Selesai.
Yang perlu diingat lagi adalah, jangan sampai ada permalink yang sama dengan struktur url search blog WordPress Anda, baik itu permalink postingan, tag, archive, dan lainnya. Jadi buatlah struktur url searh ini menjadi seunik mungkin dalam blog Anda.
Trakeostomi dalam 4 hari pertama setelah masuk rumah sakit sangat sering dilakukan untuk pasien sakit kritis yang mengalami kesulitan bernapas. Dokter sering melihat potensi manfaat dengan trakeostomi dini untuk pasien diharapkan ventilasi mekanis berkepanjangan, termasuk mengurangi sedasi, meningkatkan kenyamanan, dan lebih cepat penyapihan dari ventilator. Namun, bukti untuk penggunaan trakeostomi dini masih kurang.
Sekarang, sebuah penelitian yang diterbitkan dalam edisi Mei 22/29 JAMA menunjukkan bahwa trakeostomi dini tidak memiliki manfaat kelangsungan hidup dan menunggu setidaknya 10 hari, prosedur bisa dihindari sama sekali di sekitar sepertiga dari pasien.
Duncan Young, DM, dari Rumah Sakit John Radcliffe, Oxford, Inggris, dan rekannya membandingkan trakeostomi dini dan akhir dari 909 pasien dewasa di 72 rumah sakit di Inggris antara 2004 dan 2011. Pasien secara acak menerima trakeostomi awal dalam waktu 4 hari atau trakeostomi setelah 10 hari jika prosedur itu masih dianggap perlu. Angka kematian jangka pendek dan jangka panjang yang hampir identik untuk kedua kelompok.
Selain itu, dengan menunggu, banyak pasien kelompok akhir mampu menghindari prosedur trakeostomi seluruhnya, begitu juga tidak ada perbedaan dalam lama rawat inap di rumah sakit antara kedua kelompok penerima trakeostomi.
“Tidak hanya tidak ada perbedaan yang signifikan dalam mortalitas antara 2 kelompok, namun melalui menunggu, prosedur invasif dapat dihindari pada sepertiga pasien”, tulis para penulis.
Dalam editorial yang menyertai, Derek C. Angus, MD, MPH, dari Department of Critical Care Medicine, University of Pittsburgh, Pennsylvania, mencatat bahwa ini adalah uji coba secara acak kedua untuk menunjukkan manfaat dari trakeostomi dini.” Oleh karena itu, sampai pengembangan alat yang kuat untuk memprediksi kebutuhan ventilasi mekanik berkepanjangan, trakeostomi umumnya harus ditunda sampai setidaknya 10 hari setelah memulai ventilasi mekanik,” tulisnya.
Studi ini didanai oleh UK Intensive Care Society and the Medical Research Council. - JAMA. 2013;309:2121-2129.
Kanker serviks adalah kanker yang terjadi dari sel-sel abnormal pada serviks yang berkembang dengan tidak terkendali. Walaupun begitu kanker serviks sering dapat berhasil diobatijika ditemukan sejak awal terjadinya. Hal ini biasanya ditemukan pada tahap yang sangat dini melalui tes Pap smear.
Kanker serviks mempengaruhi leher rahim, yang merupakan bagian dari sistem reproduksi wanita. Oleh sebab itu kanker serviks dikenal juga secara awam sebagai kanker leher rahim. Leher rahim adalah bagian terendah dari rahim wanita (uterus) dan terletak di bagian atas vagina. Leher rahim terdiri dari sel-sel, yang dapat berubah dari sehat dan menjadi abnormal. Jenis Kanker Serviks
Kanker serviks adalah jenis kanker kedua yang paling sering dalam bidang ginekologi. Insiden kanker serviks telah menurun secara dramatis sejak 1950-an. Siklus tes Pap (juga dikenal sebagai Pap smear) adalah faktor utama untuk penurunan ini. Tes Pap mendeteksi perubahan sel di mulut rahim.
Apa penyebab kanker serviks?
Sebab terjadinya kanker serviks yang paling sering disebabkan oleh virus yang disebut human papillomavirus, atau HPV. Anda bisa terkena HPV pada saat terjadi kontak seksual dengan seseorang yang terkena HPV. Ada banyak jenis virus HPV. Tidak semua jenis HPV menyebabkan kanker serviks. Beberapa dari mereka menyebabkan kutil pada kelamin, tetapi jenis lain mungkin tidak menimbulkan gejala apapun.
Anda dapat memiliki HPV selama bertahun-tahun dan Anda tidak tahu bahwa Anda mengidap penyakit itu. Virus itu akan menetap dalam tubuh Anda dan dapat menyebabkan kanker serviks setelah bertahun-tahun Anda terinfeksi. Inilah sebabnya mengapa penting bagi Anda untuk dilakukan test Pap Smear secara teratur. Tes Pap smear dapat menemukan perubahan sel serviks sebelum mereka berubah menjadi kanker. Jika Anda diobati pada saat terjadi perubahan sel, maka Anda dapat mencegah terkena kanker serviks.
Aktivitas seksual
Menjadi aktif secara seksual pada usia dini (sebelum 18 tahun) dihubungkan dengan risiko yang lebih tinggi terkena kanker serviks. Juga, perilaku seksual tertentu (seperti memiliki banyak pasangan seks dan pasangan yang memiliki banyak pasangan) dapat meningkatkan kemungkinan seorang wanita terinfeksi HPV, sehingga meningkatkan risiko kanker serviks.
Merokok
Orang yang merokok beresiko lebih tinggi terkena kanker serviks, serta kanker lainnya. Merokok tembakau dan paparan asap rokok (asap tembakau lingkungan) telah dikaitkan dengan perkembangan kanker serviks. Bahkan, risiko meningkat dengan lamanya waktu seorang wanita merokok dan jumlah rokok yang dikonsumsi per hari.
Kelemahan sistem kekebalan tubuh
Sistem kekebalan tubuh kita membantu melawan infeksi tubuh kita. Oleh karena itu, obat-obatan dan penyakit yang mengurangi sistem kekebalan tubuh dapat meningkatkan risiko seorang wanita dari infeksi HPV, sehingga meningkatkan risiko kanker serviks. Contoh obat-obatan yang menekan sistem kekebalan tubuh seperti kortikosteroid (digunakan selama jangka waktu yang panjang) dan obat-obatan kemoterapi. Perempuan yang terinfeksi dengan human immunodeficiency virus (HIV) memiliki peningkatan risiko berkembangnya perubahan prakanker serviks dengan infeksi HPV.
Dietilstilbestrol (DES)
DES adalah suatu bentuk estrogen yang digunakan selama kehamilan antara tahun 1940 dan 1971. Beberapa studi telah menyarankan bahwa DES mungkin pada peningkatan risiko mengembangkan kanker serviks prakanker dan karsinoma sel skuamosa serviks.
Umur
Sebagian besar kasus kanker serviks cenderung terjadi pada wanita yang lebih muda dari 50 tahun.
Status sosial ekonomi
Wanita dengan pendapatan rendah berada pada risiko lebih tinggi terkena kanker serviks karena mereka cenderung tidak melakukan tes Pap smear secara teratur.
Faktor risiko lain
Faktor lain yang mungkin telah dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker serviks. Namun, saat ini tidak cukup bukti untuk menganggap mereka sebagai faktor risiko utama. Faktor-faktor ini termasuk digunakannya kontrasepsi oral (lebih dari 10 tahun), riwayat keluarga kanker serviks, dan riwayat infeksi seksual menular.
Bagaimana gejala kanker serviks?
Kanker serviks sering tidak memiliki gejala pada tahap awal. Jika Anda memiliki gejala, yang paling sering adalah perdarahan vagina yang tidak biasa, yang dapat terjadi setelah berhubungan seks, di antara periode atau setelah menopause.
Dalam kebanyakan kasus, perdarahan vagina adalah gejala pertama yang mencolok dari kanker serviks. Jika Anda memiliki jenis perdarahan vagina yang tidak biasa, kunjungi dokter Anda dengan segera.
Gejala lain dari kanker serviks dapat meliputi:
Nyeri di dalam dan sekitar vagina saat bercinta
Keputihan berbau dan tidak menyenangkan
Nyeri saat buang air kecil
Jika kanker menyebar dari serviks dan ke jaringan sekitarnya dan organ, dapat memicu berbagai gejala lainnya, termasuk:
Pembengkakan salah satu atau kedua ginjal, yang dapat menjadi cacat karena penumpukan urin, dan menyebabkan sakit parah di sisi Anda atau belakang, ini jenis pembengkakan dikenal sebagai hidronefrosis
Perubahan usus Anda dan kebiasaan kandung kemih
Kehilangan nafsu makan
Penurunan berat badan
Kelelahan dan kekurangan energi
Cara diagnosis kanker serviks
Sebagai bagian dari pemeriksaan panggul rutin Anda, Anda harus memiliki tes Pap. Selama tes Pap, dokter mengambil sampel kecil dari sel-sel dari permukaan leher rahim untuk mencari perubahan sel. Jika tes Pap menunjukkan perubahan sel yang abnormal, dokter mungkin melakukan tes lain untuk mencari sel-sel prakanker atau kanker pada leher rahim Anda.
Dokter Anda mungkin juga melakukan tes Pap dan mengambil sampel jaringan (biopsi) jika Anda memiliki gejala kanker serviks, seperti perdarahan setelah berhubungan seks.
Cara mengobati dan mencegah kanker serviks
Pilihan pengobatan untuk kanker serviks meliputi operasi, terapi radiasi, dan kemoterapi.
Keputusan pengobatan yang dibuat oleh seorang ahli onkologi (dokter yang mengkhususkan diri dalam kanker) berdasarkan faktor-faktor berikut: ukuran tumor, stadium kanker (keparahan perubahan prekanker atau adanya perubahan kanker), faktor individu wanita itu (misalnya, usia , apakah wanita menginginkan anak, kesehatan wanita secara keseluruhan, dan pengobatan sebelumnya jika ada. Onkologist akan membahas pilihan pengobatan yang paling cocok dengan orang tersebut.
Operasi
Cryosurgery adalah prosedur yang menghancurkan sel-sel abnormal dengan melakukan pembekuan yang memakai nitrogen cair. Jenis operasi ini biasanya dilakukan untuk mengobati perubahan prekanker pada serviks.
Pembedahan laser dengan menggunakan sinar energi tinggi untuk menghancurkan sel-sel abnormal. Hal ini dilakukan untuk menghilangkan sel-sel prakanker atau kanker. Operasi laser biasanya digunakan ketika daerah yang terkena serviks tidak dapat dicapai dengan cryosurgery.
Loop electrosurgical excision menggunakan elektroda lingkaran kawat halus untuk menghilangkan lesi yang terkena dampak. Hal ini dilakukan dengan anestesi lokal.
Histerektomi mengacu pada operasi pengangkatan rahim untuk mengobati kanker serviks invasif (menyebar lebih besar atau tumor). Ovarium, tuba falopi, kelenjar getah bening, dan bagian vagina, juga dapat diangkat pada saat yang sama. Ada berbagai jenis histerektomi:
Histerektomi total: pengangkatan leher rahim dan rahim
Histerektomi radikal: pengangkatan leher rahim, rahim, bagian atas vagina, beberapa jaringan pendukung, dan kelenjar getah bening yang terkena
Terapi radiasi
Terapi radiasi mengacu pada penggunaan sinar energi tinggi, partikel, atau bahan radioaktif untuk menghancurkan sel-sel kanker di daerah lokal dari tubuh. Tujuan dari terapi radiasi untuk membunuh sel-sel kanker dan meminimalkan paparan sel normal terhadap radiasi.
Kemoterapi
Kemoterapi dapat digunakan dengan kombinasi terapi radiasi. Kemoterapi mengacu pada penggunaan satu atau lebih obat antikanker yang mencegah sel-sel kanker tumbuh dan bereproduksi. Hal ini dapat digunakan untuk mengobati metastasis (menyebar ke organ lain) kanker dan tumor berulang.
Pencegahan
Wanita dapat meminimalkan risiko mereka terkena kanker serviks dengan mengurangi risiko infeksi HPV. Virus ini paling sering ditularkan melalui kontak seksual dan hubungan seksual. Menahan diri dari kontak kelamin dengan orang yang terinfeksi atau menggunakan kondom akan mengurangi risiko infeksi HPV. Penting untuk dicatat bahwa kondom tidak 100% efektif karena mereka hanya melindungi daerah tertutup. Bentuk lain dari kontrasepsi dan hambatan seperti pil KB, diafragma, dan intrauterine device (IUD) tidak melindungi wanita terhadap infeksi HPV.
Endometriosis adalah penyakit radang pada rahim yang jinak dan didefinisikan oleh adanya jaringan endometrium extrauterine yang tergantung pada hormon estrogen. Hal ini sering terjadi di kalangan perempuan dalam populasi umum, dengan prevalensi yang diperkirakan sekitar 6-10%. Gejala endometriosis yang paling sering termasuk infertilitas, dispareunia dan nyeri panggul kronis, dan biasanya timbul pada peritoneum pelvis, septum rektovaginal atau ovarium. Meskipun temuan klinis dan gejala mungkin dapat memberikan pernytaan bahwa seorang wanita memiliki endometriosis, diagnosis definitif secara patologis hanya dapat dilakukan setelah operasi dilakukan.
Eksisi Lebar Operasi EndometriosisBerbagai teori patogenesis secara historis telah digunakan untuk menjelaskan bagaimana endometriosis berkembang. Ini termasuk menstruasi retrograde yang menyebabkan implantasi dari refluks jaringan endometrium, perkembangan jaringan endometrium dari selom sel mesothelial yang mengalami metaplasia dan limfatik atau penyebaran hematogen sel endometrium. Meskipun penelitian telah diupayakan, mekanisme pasti yang bertanggung jawab untuk berkembangnya endometriosis masih belum sepenuhnya dapat dijelaskan.
Endometriosis bukan hanya penyakit lokal, melainkan sebuah proses multifaset kronis. Akibatnya, manajemen dalam mengatasi penyakit ini adalah merupakan suatu tantangan. Meskipun pengobatan medis, bedah dan infertilitas tradisional terus diterapkan pada wanita dengan endometriosis, penelitian yang lebih baru difokuskan pada menggunakan terapi yang menargetkan penyakit pada tingkat molekul.
Gejala Endometriosis
Nyeri
Gejala yang paling umum yang terkait dengan endometriosis adalah rasa nyeri. Hal ini diyakini bahwa hasil nyeri endometriosis terkait dari efek sitokin inflamasi dalam rongga peritoneal, perdarahan dari implan endometriosis, invasi dan iritasi dasar saraf panggul. Wanita dengan endometriosis dapat menderita dispareunia, dismenore atau nyeri panggul siklik/nonsiklik. Perawatan medis dan bedah dapat digunakan untuk mengontrol rasa sakit yang terkait dengan endometriosis. Kontrasepsi Estrogen-progestogen (combined oral contraceptives - COCs), digunakan siklis atau terus-menerus, umumnya diresepkan sebagai pengobatan lini pertama untuk wanita yang menderita nyeri endometriosis ringan, meskipun mekanisme kerjanya tidak sepenuhnya dipahami. Telah diusulkan bahwa dengan mendorong keadaan pseudopregnancy, COC menyebabkan desidualisasi dan atrofi endometrium berikutnya.
Infertilitas
Meskipun hubungan sebab-akibat yang pasti belum dapat dikonfirmasi, endometriosis dapat berkaitan dengan kemandulan (infertilitas). Endometriosis ditemukan pada 20-40% wanita subur, dan diduga bahwa beberapa mekanisme berkontribusi terhadap penurunan kesuburan pada wanita-wanita. Transportasi ovum mungkin terganggu sebagai akibat dari anatomi panggul yang terdistorsi. Ada juga teori yang menyatakan bahwa peradangan kronis yang dihasilkan dari endometriosis dapat mempengaruhi penerimaan sel telur oleh rahim, folikulogenesis dari indung telur dan fungsi saluran tuba. Endometriosis tingkat lanjut dapat mempengaruhi kesuburan yang lebih signifikan. Terapi medis dan strategi bedah telah digunakan dalam pengobatan infertilitas endometriosis. Pengobatan lain, seperti inseminasi intrauterin (Intrauterine insemination - IUI) dan IVF, juga telah digunakan pada wanita infertil dengan endometriosis.
Meskipun metode pengobatan secara konvensional akan terus digunakan dalam menangani endometriosis, terapi terbaru kemungkinan akan ada pada tahun-tahun mendatang. Strategi inovatif yang menargetkan penyakit pada tingkat molekuler terus dikembangkan dan dipelajari, yang pada akhirnya, perawatan terbaru ini dapat digunakan atau digabungkan dengan terapi lama atau bahkan menggantinya. Ketertarikan penelitian endometriosis terus berlanjut, juga kemungkinan bahwa manajemen operasi endometrioma yang optimal akan diteliti lebih lanjut. Mengingat bahwa endometriosis adalah umum di antara wanita usia reproduksi, sangat penting bahwa kualitas penelitian terus dilakukan sehingga penyakit ini mungkin lebih baik dipahami dan diperlakukan secara optimal.