Ibu hamil makan kacang dapat cegah alergi pada anak - Penelitian

Para peneliti dari Harvard Medical School menemukan temuan terbaru bahwa ibu hamil yang makan kacang 5 kali seminggu atau lebih akan rendah risikonya anak mereka terkena alergi kacang. Penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal JAMA Pediatrics December 23. Penelitian ini mengambil sample terhadap 8.200 anak-anak di Amerika dari ibu yang telah melaporkan apa yang mereka makan sebelum, selama dan setelah kehamilan mereka. Temuan ini menambah bukti yang berkembang bahwa pengenalan awal terhadap makanan dapat meningkatkan toleransi dan mengurangi terjadinya risiko alergi.

Dampak alergi makanan terhadap anak oleh ibu hamil memang merupakan epidemi yang terus berkembang dan epidemi ini masih merupakan misteri yang harus dipecahkan oleh para ahli. Begitupula, dari penelitian ini mereka belum dapat membuktikan secara langsung hubungan sebab akibat antara ibu hamil makan kacang dengan menurunnya risiko alergi makanan pada anak nantinya. Hasil penelitian ini juga tidak begitu kuat untuk merekomendasikan diet makanan ini pada ibu hamil.

Ibu hamil Makan Kacang, Bolehkah?

Penelitian ini juga menunjukkan bahwa makan kacang di masa awal kehamilan mungkin akan melindungi anak-anak dari terjangkitnya alergi sedangkan ada juga teori dikaitkan dengan makanan lain yang sering menjadikan anak-anak alergi. Akan tetapi dengan tidak adanya data yang cukup kuat akan hal tersebut, mereka tidak dapat merekomendasikan hal ini.

Walaupun begitu dari data-data yang didapat dari penelitian ini, para peneliti mengatakan bahwa ibu hamil tidak harus takut makan makanan tertentu dan menghambat ngidam yang diinginkan karena alasan melindungi anak mereka dari alergi. Beberapa makanan yang anak-anak paling sering mengidap alergi adalah kacang, susu, telur, kacang-kacangan, kerang, sirip ikan, gandum dan kedelai dan diantaranya yang terbesar adalah alergi telur dan susu. Kacang-kacangan, ikan dan kerang hanya sekitar 10 sampai 20 persen yang terkena alergi.

Adanya peningkatan yang signifikan terhadap alergi makanan tidak hanya fenomena yang terjadi di Amerika, tetapi juga terlihat di seluruh dunia seperti Kanada, Eropa, Jepang, China, India bahkan di seluruh dunia. Para peneliti ini berharap bahwa dalam dekade mendatang mereka akan menemukan mengapa terjadi peningkatan alergi makanan dan apa yang dapat dilakukan untuk mengatasi hal tersebut.

 

Alergi Pergantian Musim (Rinitis/Hay Fever) - Pengobatan Alami

Alergi pada pergantian musim biasanya merujuk pada penyakit hay fever atau rinitis, serangan musiman ini dialami oleh lebih dari berjuta-juta orang di dunia setiap tahun dan banyak alergen mulai menyebar. Seperti serbuk sari tersebar melalui udara, orang-orang yang berada sejauh ratusan mil jauhnya dapat saja menghirup mereka, yang memicu reaksi alergi, seperti iritasi bersin, batuk, iritasi mata dan hidung meler.

Banyak obat untuk mengatasi alergi pergantian musim ini, yang tersedia dengan harga terjangkau. Namun, obat-obatan tersebut dapat pula menyebabkan beberapa efek samping dan memakan biaya yang sebenarnya tidak perlu. Efek samping yang sering terjadi dari obat-obat anti alergi tersebut termasuk mengantuk, sakit kepala dan sesekali kehilangan nafsu makan. Nah, sekarang mengapa Anda harus repot-repot mengalaminya ketika terbukti ada cara mengatasi alergi ini yang secara ilmiah telah menjadi pengobatan alami dan dapat membantu dalam memerangi alergi perubahan musim?

Anda dapat mencoba pengobatan alternatif berikut sebagai cara alami, lebih aman dan efektif dalam mengatasi penyakit alergi pergantian musim.

Bawang Putih

Pada studi klinis, quercetin, merupakan suatu senyawa alami yang ditemukan dalam bawang putih. Zat ini meniru efek antihistamin obat-obatan tertentu. Ketika Anda secara teratur menambahkannya ke makanan, maka penyakit yang biasa terjadi pada pergantian musim ini bisa saja tidak terjangkit pada Anda. Bawang merah dan apel juga merupakan sumber yang baik.

Cabe Rawit

Seperti halnya bawang putih, cabe rawit juga mengandung quercetin yang dapat bertindak sebagai antihistamin. Tapi lebih dari itu, ia memiliki sifat anti-inflamasi yang dapat mencegah iritasi tenggorokan dan hidung. Beberapa orang lebih suka menggunakan cabe rawit karena panas alami yang dihasilkannya dalam tubuh dapat memberikan kenyamanan akan iritasi yang terjadi dalam tubuh.

Thyme (Timi)

Ramuan ini terbukti menjadi ekspektoran alami dan efektif meredakan produksi dahak selama terjadinya alergi pada pergantian musim. Bahkan beberapa obat menambahkannya ke komponen mereka untuk keuntungan decongestant sehingga jauh lebih efektif. Ia juga memiliki sifat antimikroba tinggi yang membantu dalam memerangi infeksi yang disebabkan oleh dahak. Daun timi asalnya dari Mesir dengan batang yang kecil, kokoh dan keras. Daun timi digunakan dalam berbagai masak-masakan sup atau daging panggang. Jika Anda menyukai sup kaldu, daun ini biasanya menyertai bawang bombay, daun bawang, wortel, dan peterseli.

Untuk merasakan manfaat dalam mengatasi rinitis, minum teh yang terbuat dari timi segar dua kali sehari atau membeli produk yang sudah mempunyai merek dan mencantumkan sifat alami tanaman tanpa mengubah komponen kimia.

Chamomile

Minuman teh chamomile selain menyenangkan dan nyaman, juga dapat meringankan gatal dan kekeringan pada mata. Dengan menempatkan kantong teh dingin selama lima sampai 10 menit, Anda akan merasakan efek langsung terhadap reaksi alergi.

Elderberry

Buah ini sangat tinggi akan kandungan antioksidan dan fitonutrien dan paling bagus digunakan untuk melawan flu, seperti memperkuat sistem kekebalan tubuh, juga membuat pemulihan dari dingin dengan lebih cepat. Efek anti-inflamasi dapat diperoleh dengan minum jus segar atau bahkan anggur yang terbuat dari buah-buahan yang nyata.

Sup Ayam

Para ahli medis menganggap ini sebagai tipuan belaka sampai akhirnya pada tahun lalu ketika penelitian menunjukkan manfaat mengejutkan pada tingkat pemulihan subjek yang mengalami flu biasa. Karena alergi perubahan musim dapat memicu banyaknya cairan hidung, dan merupakan ide yang cerdas untuk menikmati sup ayam tidak hanya pada hari-hari hujan tapi selama pergantian musim ke musim panas.

Neti Pot

Anda kenal dengan nama ini?> Neti Pot bukanlah nama orang, ini adalah sejenis benda berupa pot yang digunakan untuk melakukan irigasi nasal (saluran hidung) pada orang yang terkena rinitis. Dengan benda ini, tindakan mengatasi alergi dapat dilakukan dengan cepat terhadap saluran yang hidung tersumbat akibat alergen. Murah, alami, aman dan menenangkan. Gunakan air steril dan sejumput garam untuk melakukan irigasi nasal.

Ahli bedah telinga, hidung, dan tenggorokan merekomendasikan irigasi hidung dengan pot Neti atau metode lain untuk pasien mereka yang pernah menjalani operasi sinus, untuk membersihkan krusta di bagian hidung. Banyak orang dengan gejala sinus karena alergi dan iritasi lingkungan juga sudah mulai teratur menggunakan Neti pot atau perangkat irigasi hidung yang lainnya. Irigasi hidung dapat menjadi cara yang efektif untuk meredakan gejala sinus bila digunakan bersama dengan pengobatan sinus standar. Bagi sebagian orang, irigasi hidung dapat mengurangi gejala sinus tanpa menggunakan obat-obatan.

Penjelasan dasar tentang bagaimana pot Neti bekerja adalah bahwa ia mengencerkan lendir dan membantu flush keluar dari hidung. Penjelasan biologis bagaimana Neti pot bekerja adalah hubungannya dengan rambut kecil seperti struktur yang disebut silia yang melapisi bagian dalam dari hidung dan rongga sinus. Silia ini gelombang bolak-balik untuk mendorong lendir baik ke belakang tenggorokan dimana dapat ditelan. Larutan garam dapat membantu meningkatkan kecepatan dan meningkatkan koordinasi silia sehingga mereka dapat lebih efektif menghilangkan alergen dan iritan lainnya yang menyebabkan masalah sinus atau rinitis.

Akupuntur

Teknik akupuntur ini merupakan seni kuno dalam meringankan saluran hidung yang bengkak pada tingkat lebih cepat dibandingkan dengan menggunakan bahan-bahan herbal. Akupunktur juga dikatakan dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh sehingga memperkuat pertahanan tubuh terhadap alergi.

Alergi (Atopi)

Alergi adalah gangguan sistem kekebalan tubuh yang juga disebut sebagai atopi. Reaksi alergi yang timbul dari sesuatu di lingkungan sekitar dikenal sebagai alergen. Reaksi alergi dapat berupa rwkasi didapat, dapat diprediksi dan berlangsung dengan cepat. Alergi merupakan salah satu dari empat bentuk hipersensitivitas dan disebut sebagai hipersensitivitas tipe I.

Reaksi alergi ditandai dengan aktivasi berlebihan dari sel darah putih tertentu yang disebut sel mast dan basofil dengan jenis antibodi, yang dikenal sebagai IgE, yang menghasilkan respon inflamasi yang ekstrim.

Tanda-tanda reaksi alergi yang sering terjadi seperti eksim, gatal-gatal, demam, asma, alergi makanan, dan reaksi terhadap racun serangga yang menyengat seperti tawon dan lebah. Alergi ringan seperti demam, sangat lazim pada manusia dan menyebabkan gejala seperti konjungtivitis dan flu. Demikian pula, kondisi seperti asma, di mana alergi memainkan peran utama.

Pada beberapa orang, alergi yang parah terhadap alergen lingkungan, makanan, atau obat-obatan, berpotensi kematian berupa reaksi anafilaksis. Kini tersedia berbagai tes alergi untuk mendiagnosa kondisi alergi, termasuk tes kulit untuk mengetahui respon terhadap suatu alergen atau menganalisis darah untuk melihat adanya dan tingkat alergen-IgE spesifik.

Perawatan untuk mengatasi alergi seperti menghindari alergen, penggunaan antihistamin, steroid atau obat-obatan oral lainnya, imunoterapi untuk menurunkan respon alergen, dan sebagai terapi target. Kebanyakan alergen berupa partikel udara, seperti debu atau serbuk sari.

Rhinitis alergi, juga dikenal sebagai hay fever, timbul karena respons terhadap serbuk sari di udara, dan menyebabkan iritasi, bersin, gatal di hidung, dan mata merah.

Alergen yang di hirup juga dapat menyebabkan gejala asma, yang disebabkan oleh penyempitan saluran udara (bronkokonstriksi) dan peningkatan produksi lendir di paru-paru, sesak napas (dyspnea), batuk dan mengi. Selain dari alergen di sekitar lingkungan, reaksi alergi dapat disebabkan oleh makanan, sengatan serangga, dan reaksi terhadap obat-obatan seperti aspirin, dan antibiotik, contohnya penisilin.

Gejala dari alergi makanan termasuk sakit perut, kembung, muntah, diare, kulit gatal, dan pembengkakan pada kulit selama gatal-gatal atau angioedema. Alergi makanan jarang menimbulkan asma, atau rhinitis. Sengatan serangga, antibiotik dan obat-obatan tertentu menghasilkan respon alergi sistemik yang juga disebut anafilaksis, beberapa sistem dapat dipengaruhi termasuk sistem pencernaan, sistem pernapasan, dan sistem peredaran darah.

Alergi yang parah dapat menyebabkan reaksi pada kulit, bronkokonstriksi, edema, hipotensi, koma dan bahkan kematian. Jenis reaksi dapat dipicu tiba-tiba atau onset yang tertunda. Tingkat keparahan dari jenis respon alergi sering membutuhkan suntikan epinefrin, kadang-kadang melalui perangkat yang dikenal sebagai Epi-Pen auto-injector.

Bahan-bahan yang bersentuhan dengan kulit, seperti lateks juga dapat menjadi penyebab reaksi alergi, yang dikenal sebagai dermatitis kontak atau eksim. Alergi kulit sering menyebabkan ruam, pembengkakan dan peradangan di dalam kulit, dengan gambaran khas berupa bilur-bilur, gatal dan angioedema.