Obat-obat Anti Kolinesterase
Efek samping obat- obat anti kolinesterase
- Stimulasi vagal
- Peningkatan motalitas gastrointestinal
- Spasme bronkhus
- Miosis
- Meningkatkan saliva dan sekresi trakheobronchial
Obat- obat anti kolinesterase digunakan sebagai penghambat neuromuskuler. Krisis kolinergik diberikan kombinasi atropin ditambah neostigmin, menurunkan tonus spingter gastroesofagus dan dapat meningkatkan risiko regurgitasi. Pada pemulihan menyebabkan muntah setelah operasi.
Krisis Kolinergik
Terjadi selama bertambahnya asetilkolin pada reseptor nikotinik dan muskarinik sebagai efek dari dosis tinggi obat antikolinesterase. Penampakan klinis yaitu terjadi kelemahan, peningkatan sekresi, fasikulasi, mual, muntah, lakrimasi, dan lainnya.
Melemahnya otot pernapasan dapat menjadi obstruksi pernapasan dan aspirasi pneumonitis. Hati-hati mendiagnosis, bedakan dengan krisis miastenia. Krisis miastenia dihubungkan dengan kelemahan otot, selama asetilkolin relatif . Pada krisis miastenia terjadi dilatasi pupil, jika konstriksi berarti krisis kolinergik.
Dosis 2 – 10 mg edrofonium menunjukkan keregangan otot pada krisis miastenia dan tanpa perubahan pada peregangan otot atau gejala eksaserbasi pada krisis kolinergik.
Penanganan
- Mengeluarkan antikolinesterase
- Bantuan pernapasan
- Pembersihan trakheobronchial
- Efek muskarinik, dengan atropine /glycopirrolat
- Reaktifator seperti pralidoxim
Komponen Organofosfat
- Antikolinesterase sebagai insektisida
- Kelarutan terhadap lemak
- Penetrasi cepat:kulit & sistem barier otak
- Inhibisi enzim,irreversibel
- Efek nikotinik berupa kelemahan otot
- Efek muskarinik berupa spasme bronkhus, dll
Pada keracunan, diobati dengan atropin dan pralidoxim. Atropin merupakan inhibitor efek muskarinik perifer dan berpenetrasi terhadap SSP. Bukan antagonis efek neuromuskuler perifer dan paralisis, jadi obat kolinesterase seperti pralidoxim atau obidoxim seharusnya diberikan.
Echothiopat merupakan satu – satunya komponen organofosfat digunakan pada glaukoma. Pemberian topikal echothiopat dapat berpotensiasi dengan kerja suxamethonium, menghambat pseudokolinesterase.
Gas saraf seperti tabun dan sarin merupakan komponen organofosfor dan sangat berpotensiasi menjadi racun. Menyebabkan hambatan kolinesterase dan menghasilkan efek secara langsung melalui stimulasi nikotinik dan muskarinik
Mempunyai kelarutan terhadap lemak yang tinggi dan dapat melalui SSP. Gejala keracunan dalam hitungan menit dengan gejala miosis, spasme siliar, keringat, rinore, bradikardi, hipotensi, muntah, ketegangan intestinal, diarroea, fasikulasi otot, dan lainnya.
Antagonis Relaksan Otot
Menyimpan kemampuan untuk bernapas, batuk, menelan dan proteksi jalan napas. Kombinasi neostigmin dengan atropin /glycopirrolat digunakan untuk mengembalikan penghambat neuromuskuler nondepolarisasi.
Kriteria secara klinis pemulihan penghambat neuromuskuler
- Mengangkat kepala selama 5 detik
- Menyokong tangan dengan pegangan
- Lidah menonjol
- Mengangkat tangan
- Mengangkat kedua lengan
- Membuka lebar mata
- Tidak terdapat nistagmus atau diplopia
- Suara normal
- Poses menelan yang terkoordinasi
- Inspiratori bertekanan negatif melebihi 53 cmH2O.
- PaO2 >80 mmHg ketika bernapas suatu FiO2 <40%
- Terdapat gag refleks
- Menghilangkan selama 5 detik pada 50 Hz stimulasi tetanik
- Pemulihan adekuat dari penghambat neuromuskuler ditentukan dengan memonitor transmisi neuromuskuler
Pernapasan spontan memastikan pemulihan adekuat pada diafragma yang resisten terhadap efek dari pelumpuh otot
Referensi
Paul A.K: Anti cholinesterase Drugs. In: Drugs and Eqiupmentin Anaesthetic Practice, 2005, 5th Ed, Elsevier, India: 83-88
Foto: Wikipedia
Baca di halaman selanjutnya: 1 2 3 4
Tags: Antikolinesterase, Artikel Kedokteran, Atropin, Edrofonium, Fisostigmin, Glikopirrolat, Krisis Kolinergik, Miastenia Gravis, Neostigmin, Piridostigmin, komponen darah, tanda-tanda asidosis, gangguan metabolisme lemak, tanda asidosis, batuk efektif dan nafas dalam, penyakit sistem kardiovaskuler, efek muskarinik, cara penanganan ham, indikasi injeksi IC, fisiologi urine, pemberian obat secara oral, eksaserbasi adalah, obstruksi jalan napas atas, obat spasme, komponen-komponen sel